Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2020

puisi

                               Takut setiap kaki melangkah setiap mata tertutup  bayangan itu mengikuti jejakku  sosok yang tak terlihat jelas tersenyum disudut tembok yang gelap rambutnya yang panjang, menutupi batang hidungnya  bersinar cerah kain putih yang membalut tubuhnya 

pantun

Bintang bersinar memandang bumi, Menghiasi langit penuh warna. hidup terbiasa untuk melayani  Agar dikasihi oleh sesama.

puisi

 sejuta harapan besarang didada menanti Tuhan memberikan kekuatan  Perjalanan sungguh sangat panjang  meraih apa yang di impikan  waktu adalah suatu kesempatan  dan kesempatan adalah sebuah peluang  peluang itu sendiri akan berguna jika mengisinya dengan baik 

Puisi

                               HUJAN  Hujan............ Engkau mengubah warna bumiku, Dari terang menjadi gelap. Dan diantara gelapnya bumiku, Engkau menyirami kami dengan air yang begitu dasyat. Engkau sangat kejam, Membasahi semua isi bumiku. Engkau mengajak angin dan petir untuk menyerang kami. Sehingga kami terkurung dalam sarang. Dibalik itu, tersimpan rahasi baikmu,  Yang tak sedikitpun kami ketahui. Engkau memberi kehidupan kepada yang hidup di bumiku. Engkau menafkahi tanamanku,  Dan memandikan bumiku dari panasnya matahari.

Puisi

Akhir kisah senja pergi  Meninggal jejak kepada bumi Pancaran indah kini hilang  Ditelan gelap alam ini. Diantara gelap yang menyelimuti Terlukis bulan yang bersinar cerah  Dan dihiasi bintang yang selalu tersenyum  Membuat malam menjadi indah

Pantun

Bintang memancar menyinari bumi Melawan gelap yang slalu menghantui Tantangan akan datang menghampiri Biar gagal tetap bangkit lagi

Puisi

                         Terpendam  Setiap untaian kata yang terucap Selalu mengisahkan senyum manismu Setiap mata tertutup Sejenak  Bayanganmu selalu Menghantui Indah senyumanmu, Membuat aku terlena dalam hayalan. Hati selalu mendesak mulut untuk berbicara Tentang apa yang dirasakan saat ini Tapi mulut tak mampu menguraikan kata-kata Kini tinggal rasa Sesak didadaku Kuhanya bisa terdiam terpaku.. Terpukul dengan perasaanku sendiri..

Pantun

Senja memancar dengan hangat, Berbagi kasih kepada bumi. Hidup harus penuh semangat, Agar impian dapat tercapai.

Opini

              "Beradaptasi Dengan Situasi"       Pendidikan pada masa pandemi ini sungguh sangat terancam. Baik secara akademik, maupun karakter siswa yang berbeda jauh dari masa-masa sebelumnya. Meskipun sudah mengadakan program belajar online/daring, para Pendidik begitu sulit untuk mengontrol peserta didiknya. Baik itu dikarenakan jaringan yang tidak bersahabat maupun persoalan atau kendala lainnya. Ada kegelisahan dan perasaan beban didalam hati tenaga pendidik. Merasa tidak puas, tentu saja dirasakan oleh mereka. Begitu banyak cara yang telah mereka lakukan, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran. Demi kelancaran proses belajar online.                                                                 Peserta didik juga merasakan hal yang sama dengan tenaga pendidik. Dimana, me...

Puisi

                        HIDUPKU Sudah waktunya aku berpacu  Bekerja sama sang waktu  Ku mulai hidup yang baru  Mengejar harapan baru  Jalan liku ku tak peduli  Jurang tebing ku lalui  Gagal bangkit lagi  Luka tidak akan ku tangisi  Masa depan ada di tangan  Kerja keras mencapai impian  Lawan rasa bosan  Tak ku hiraukan rasa jemu  Ini hidupku  19 tahun berlalu  Ku rasakan pahitnya waktu  Dan sekarang ku harus maju  Aku bisa, Aku berusaha..... Pasti bisa, Dan harus bisa....

Pantun

 Angin malam membawa kabar, Mengisahkan dunia penuh luka. Hidup harus dibekali belajar, Masa depan akan terbuka.

Puisi

                       Bulan Purnama  Pancaran indah bulan Purnama  Mewarnai gelapnya dunia Ditemani angin yang selalu menari  Setiap tiupannya yang sempurna  Hidup kadang seperti angin Yang selalu tak terarah karna bimbang. Tapi Tuhan seperti bulan bersinar. Yang bisa mengalahkan gelapnya dunia

Puisi

                                Gelisah  Waktu berlalu tinggalkan luka  Sesak menghempas dalam dada Teringat kisah yang masih membekas   Tak akan hilang dalam ingatan  Kini waktu semakin berlalu  Kenangan pahit selalu menghampiri  Menghantui setiap roda kehidupan ini

Pantun

 Mentari kembali Menyinari bumi, Menunjukkan setianya kepada sahabat. Masa depan akan tercapai, Bila hari penuh semangat.

Puisi

                Menggapai Bintang  Senja memancar meninggalkan jejak Ditutupi gunung yang tegak berdiri Kini bumi kembali gelisah  Setelah gelap mulai menyelimuti. Diantara gelapnya bumi, Terlihat bintang yang setia menemani  Menitipkan rindunya kepada sang sahabat.

Pantun

Bulan Purnama memancar hangat, Menyinari bumi penuh warna. Awali pagi penuh semangat  Agar bisa menjadi juara

Puisi

                             Bimbang  Di kelap malam aku terpaku  Dingin menyengat ditubuh yang lemah  Sekarang semangatku mulai rapuh  Karna situasi yang tertekan dengan batin  Suara bisikan yang membuatku layu  Yang menyuarakan segala pertentangan  Inginku akhiri impianku  Takut masa depan akan hancur 

Puisi

                            Bintang gelisah Ditengah dinginnya malam. Aku terpaku menatap langit, Sejenak kumelihat bintang sendirian memancar, Yang terpisah dari kawanannya. Sinarannya menatapku dengan penuh arti. Memandang dengan penuh makna, Akankah dia menceritakan apa yang dia rasakan? Kenapa dia terpisah dari kawanannya? Dalam hening aku merenungi. Aku merasa hidupku  seperti bintang itu. Yang slalu menghabiskan waktu dengan diam. Kebahagiaan yang selalu diharapkan, kini sirnah. Sekarang tinggal luka besarang didada.  Malamku menutup mata,dan merasakan gelapnya dunia. Hidupku hampa terasa  Waktu selalu menghianati disetiap hari hariku.  Aku pasrah dan percaya kepada yang berkuasa.. Tentang hidupku yang penuh dengan pilu. Semoga Dia melihat duri yang selalau menghampiri hidupku.

Puisi

                         Malam menyapa  Sejenak dengar dan ku pikirkan lagi, Tentang kehidupan yang penuh berfariasi  Susah senang silih berganti, Menghiasi roda kehidupan ini. Dinginnya malam membuat aku sadar. Sapa'an hangat terdengar ditelinga  Menyuarakan agar tetap bersyukur. Walau Tuhan memberikan tak sesuai yang diharapkan.

Puisi

                                AYAH Sejenak aku merenungi tentangmu, Aku ada karna kamu ada, aku hidup karna kamu hidup. Engkaulah nafasku yang memberikan segala harapanku. Engkau datang di saat yang tepat. Saat aku berada dalam kegelapan, Engkau mengajarkan banyak hal, Bila saat aku tersesat dengan beban. Engkau memaksa untuk tetap tersenyum Walau hati pedih dan tertusuk duri. Demi anakmu yang kadang membuatmu sakit hati. Aku sadar pengorbananmu sungguh luar biasa.  Rasa kecewa didalam hati ini, terlanjur membuatmu marah. Kini aku terpukul dengan perasaan bersalah.  Dan berharap semoga engkau mema'afkan kesalahanku.

Puisi

               Bulan berbicara  Malam menyapa dengan hangat, Membisikkan suara hatinya yang terpendam, Kini rasa tertekan asmara, Setelah mengenal pujaan hati, Ingin mengatakan apa yang dirasakan, Tapi mulut enggan berbicara  Kini kuhanya diam terpaku  Biarlah bulan yang berbicara  Tentang apa yang dirasakan saat ini.

Pantun

Malam bertabur bintang indah, Ditemani bulan menatap bumi. Biar hidup kadang susah, Yakinlah Tuhan pasti melindungi. 

pantun

malam  mencekam menusuk hati, Dingin menyengat ditubuh yang lemah, hidup sungguh berfariasi, kadang senang kadang susah. 

puisi

                          senja berkisah  setiap pancarannya yang indah Terlukis arti dibalik sinar cerah  menceritakan semua pengalamannya setelah mengelabui seluruh dunia terharu melihat dunia berduka menangis melihat manusia tak berdaya dia muncul di pagi hari dengan semangat  dan pulang di sore hari dengan perasaan sedih, berharap akan berubah di hari esok  tapi semuanya sama seperti kemarin Akankah Tuhan melepaskan semuanya? Ataukah ini ulah manusia sendiri? sekarang kita setia dalam diam  mengikuti apa yang harus diikuti berharap semuanya akan kembali normal.

pantun

 mentari pagi bersinar cerah,   menitipkan rindunya yang terpendam.   bila hidup saling berselisih, akan timbul rasa pendendam.

pantun

 senja pergi membawa kabar  menghisahkan bumi penuh warna  jika hidup dibekali belajar   masa depan akan lega

Puisi

 LUKAKU Kudiam terpaku membisu Menahan getarnya jiwa terasa tubuh diguncang  peluru Menahan luka yang melanda                     fajar membakar kulit ku                    tertusuk duri hingga pedih peri                    ku menangis meratap alam                    luka dan bisu kini kunikmati